Kembali ke Index Topik Pilihan
Pencurian Pulsa
Ingin Tahu, Kena "Sedot Pulsa"
A. Wisnubrata | Rabu, 5 Oktober 2011 | 10:43 WIB
Dibaca: 34870Komentar: 21
| Share:
Shutterstock
Ilustrasi
HARYO DAMARDONO dan BRIGITTA ISWORO L Nia tiba-tiba tidak bisa dihubungi. Rupanya, Nia ganti nomor. Alasannya, nomor telepon selulernya menjadi amat boros karena pulsanya ”dicuri” alias ”disedot”. Setelah dirunut, dia ingat, pernah merespons penawaran nada dering berupa lagu dari salah satu grup band favorit remaja. Nia pun kesal.
Secara umum ada dua macam jebakan yang dipasang oleh pihak-pihak yang ingin mendapatkan keuntungan. Keuntungan yang didapat ada dua macam, yaitu mendapatkan pulsa atau mendapatkan uang.
Analis forensik digital (DFA) Gunaris yang dihubungi pada Selasa (4/10/2011), di Jakarta, menjelaskan, setidaknya ada tiga modus operandi penyedotan pulsa.
Pertama, premium call. Modusnya, tulis Gunaris dalam surat elektronik ke Kompas, ”Pengguna telepon menerima layanan pesan singkat (sms) premium, lalu pengguna telepon membalas sms itu.”
Meski jawabannya tidak sesuai permintaan, misalnya menjawab ”unreg”, mengumpat, atau bahkan sms kosong, pulsa tetap tersedot. Pesan layanan singkat premium ini menggunakan nomor 4 digit, misalnya 3433, 9799, dan lain-lain. Untuk sms premium, harus bekerja sama dengan operator.
Hal itu bisa terjadi apabila konten sms premium disetel guna memaksa pengguna telepon untuk melakukan registrasi. Harusnya disetel ”reg on”, ”daftar” jika ingin mendaftar, atau petunjuk lain dengan isi yang sesuai tujuan.
Kedua, pulsa bisa disedot jika kita merespons janji gim murah di TV seharga Rp 1.000. ”Sebaiknya tawaran itu jangan diikuti karena akan menyedot pulsa,” tulis Gunaris. Format itu sebenarnya bukan untuk membeli gim, melainkan mendaftar pada konten tertentu.
Cara ketiga, pemilik konten menelepon pengguna telepon, menawarkan konten. Meskipun pemilik telepon tidak setuju mendaftar, nomornya akan didaftarkan secara paksa dan pulsa diambil.
Sulit potong pulsa
Head of Corporate Communication PT XL Axiata, Tbk, Febriati Nadira mengatakan, sulit bagi content provider (CP) palsu untuk memotong pulsa pelanggan. ”Katakanlah, mereka dapat mengelabui sistem untuk mengubah nomor panjang menjadi nomor empat angka. Lantas, bagaimana cara mereka mengambil pulsa?” kata dia.
Dia mengatakan, penyedia konten palsu pasti tidak memiliki sistem billing untuk memotong pulsa pelanggan. ”Jadi, kalau di XL, tak mungkin terjadi pemotongan pulsa pelanggan oleh penyedia konten palsu,” ujar dia.
Ia menambahkan, lebih masuk akal jika nomor empat angka itu dimanfaatkan untuk penipuan karena pengguna telepon percaya, sms itu resmi. Misalnya, untuk meminta setoran dana.
Transfer pulsa
Penipuan jenis lain adalah ketika pengguna telepon digiring untuk melakukan aktivitas yang sebenarnya mentransfer pulsa antartelepon.
”Permintaan” pulsa bisa dengan jelas dideteksi jika berupa sms berbunyi ”Papa minta pulsa ..bla..bla..bla” atau ”mama minta pulsa..bla..bla..bla”. Modus penipuan bukan transfer pulsa, tetapi karena pengguna telepon panik,” kata Gunaris.
Rasa panik bisa dipicu dengan isi sms menginformasikan, kerabat kita sedang dalam kesulitan, misalnya di kantor polisi, di rumah sakit, atau mengalami kecelakaan.
Kasus lain, sms yang sebenarnya adalah transfer pulsa tersamar. Atau ”Anda mendapat tiga pesan suara dari nomor 083139232459. Untuk mendengarkan silakan telepon *886* 10000*083139232459#l alu tekan OK/YES Terima kasih.”
General Manager mCommerce Mobile Data Services PT XL Axiata, Tbk, Thomas Aquines Syahreza Jenie mengatakan, XL berupaya mencegah pelanggan terjebak konten dengan tarif premium.
Caranya, dengan muatan SMS promo atau wording lebih tegas. Jika semula harga tidak jelas, harga dituliskan dengan tegas. Kemudian, ada pertanyaan-pertanyaan yang memastikan, pengguna telepon memang mau berlangganan.
Operator XL juga menyiapkan fasilitas pengecekan melalui USSD Menu Browser (UMB). Caranya, ketik *123*572# lalu tekan tanda telepon. ”Pelanggan dapat mengecek apakah dia terdaftar di layanan tertentu,” kata Thomas.
Dengan mengakses UMB, dapat dicek status RBT, layanan Xpressive SMS, dan cek layanan SMS. ”Ketika ada layanan yang tidak dikehendaki, bisa unreg, ada petunjuknya. Semudah itu,” kata Nadira.
Sumber :Kompas Cetak
TERKAIT
Inilah Modus SMS Sedot Pulsa
Pencurian Pulsa Marak, Kinerja BRTI Disorot
SMS Biasa Tak Bisa Potong Pulsa Otomatis
Waspadai Tiga Modus Penipuan SMS
Share
317
Ada 21 Komentar Untuk Artikel Ini.
Ochied
Rabu, 5 Oktober 2011 | 18:06 WIB
ini artikel apa iklan ya ? koq narasumbernya hanya dari satu operator seluler sih ... gimana nih ????
Tanggapi Komentar
Laporkan Komentar
0
0
Thomas Benny
Rabu, 5 Oktober 2011 | 17:12 WIB
Pemerintah harusnya lebih jeli dalam memberikan regulasi, karena berdampak langsung dan besar ke masyarakat...harusnya Telekomunikasi adalah sesuatu yang dapat di monopoli pemerintah karena menyangkut hajat hidup orang banyak, malah TELKOMSEL merupakan layanan BUMN yang paling mahal...bila sesuatu yang harus dimonopoli oleh pemerintah di jadikan lumbung uang pihak swasta, maka berbagai macam bentuk bisnis menjadi hal legal (meski mengelabui)....
Tanggapi Komentar
Laporkan Komentar
0
0
Mohamad Yohan
Rabu, 5 Oktober 2011 | 17:06 WIB
Yang berengsek itu yang si operator selulernya, dia mengizinkan pihak ke 3 untuk masuk dan melakukan penipuan seperti 9393 dari telkomsel yang ditawarkan adalah pelanggan punya poin dan disuruh mengecek berhadiah kebangkok, setelah dicek rupanya kuis bola yang memotong pulsa Rp 2200/sms, dan bodohnya si operator seluler lepas tangan ketika diadukan dengan alasan "wah itu dari pihak ke 3", kalau bukan nomor saya sudah tersebar mungkin sudah saya saya GANTI, kami pembeli tidak perlu minta tolong kalian…
Tanggapi Komentar
Laporkan Komentar
0
0
Willyhan
Rabu, 5 Oktober 2011 | 15:11 WIB
ya dasar saya sendiri merasakan pulsa saya di potong terus nggak tau siapa hantunya ....setiap saya isi pulsa saya tdk pernah cek terus paling dari pertama kali masuk saja saya kalau pagi saya daftar yg 1000 itu pun jarang pakai tau tau habis aja pulsanya .kalau di hitung hitung cuma 30.000 /bln eh nggak tahunya isi 100 rb pun nggak cukup gila kan , saya mulai curiga saya cek terus pulsa saya setiap hari berkurang kurang terus apa telkomsel punya tuyul....coba telkomsel lebih profesional lagi ...jangan…
Tanggapi Komentar
Laporkan Komentar
0
0
kis mani
Rabu, 5 Oktober 2011 | 15:07 WIB
mas bayu bisma benar, tapi masalahnya yang anda sebut dapat jatah rutin kaleeeee.....
Tanggapi Komentar
Laporkan Komentar
0
0
1 2 3 ... 5 Next
Kirim Komentar Anda
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan KOMPAS.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.
Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. KOMPAS.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.
KOMPAS.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini. Silakan login atau register untuk kirim komentar Anda
INAICTA 2011 Masuki Tahap Penjurian
Rangkaian kegiatan Indonesia...
TEKNO EXPERT
Kiat Pemasaran di Media Sosial
Danny Wirianto, Chief...
TEKNO EDITORIAL
Tiga Faktor Kunci Akuisisi dan Investasi
Seridaknya ada tiga faktor...
TEKNO CITIZEN
Batasan Umur Pengguna Facebook Akan Dihapus?
Mark Zuckerberg usul...
Jejaring Sosial Fitnes dari Indonesia Diluncurkan di AS
Layanan jejaring sosial...
Top Artikel Tekno
Bayi Tewas karena Ibu Asyik BBM...
Ibu Asyik dengan BBM, Bayi...
Ingin Tahu, Kena "Sedot...
Pencurian Pulsa Marak, Kinerja...
RIM Hentikan Produksi Blackberry...
Kamera Saku yang Setipis Kartu Nama
Terpopuler KOMPAS.com
Terkomentari
Terekomendasi (Pilihan Editor)
Kabar Palmerah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar