Minggu, 31 Juli 2011

Gempa di awal Ramadhan

JAKARTA- Gempa bumi kembali menggoyang wilayah Sumatera Utara. Kali ini gempa berkekuatan 5,3 Skala Richter terjadi di 79 kilometer timur laut Tanahmasa.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada Senin (1/8/2011) pukul 06.56 WIB dengan kedalaman 35 kilometer.

Titik pusat gempa berada di 0,03 derajat Lintang Utara dan 99,11 derajat Bujur Timur. Koordinat tersebut berada di 79 kilometer timur laut Tanahmasa, 94 kilometer timur laut Tanahbala, 104 kilometer barat daya Panyabungan, atau 1.100 kilometer barat laut Jakarta.

BMKG memastikan gempa tidak menimbulkan tsunami.
(ton)

Suap Menyuap Vs Prinsip Ekonomi Syariah

Oleh: Any Setianingrum MESy

 

Kemarahan masyarakat luas sepertinya dianggap angin lalu oleh para pelaku suap menyuap, terbukti dari sebelum era reformasi hingga hari ini, aneka kasus korupsi terus menerus menghujani Indonesia. Maraknya berbagai ulasan sengit kasus suap menyuap di berbagai kalangan masyarakat dan media sepertinya juga masih lebih lambat dengan kecepatan munculnya nama-nama baru pelaku suap menyuap. Hingga kasus sebelumnya banyak yang menguap begitu saja karena perhatian publik secara reflek beralih kepada kasus baru. Rasa malu,  rasa berdosa, penyesalan dan permohonan maaf  nyaris tidak pernah terbaca dengan jelas pada pelaku yang sudah dinyatakan bersalah oleh hukum sah negara. Padahal implikasi praktek suap menyuap khususnya terhadap perekonomian dan efek dominonya sangat merugikan masyarakat.

Dalam Islam kegiatan suap menyuap sangat tercela dan dilarang keras. Islam menyebut suap menyuap dengan Ar-Risywah, yang artinya secara singkat adalah pemberian apa saja kepada pihak lain untuk mendapat keputusan dengan cara batil. “Rasulullah  SAW melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya,” (HR. Ahmad). Ditinjau dari prinsip ekonomi syariah, ar-risywah adalah salah satu kegiatan yang memperburuk perekonomian dan moral suatu bangsa.

Salah satu buruknya perekonomian ditandai dengan laju inflasi yang tinggi. Dan salah satu penyebab inflasi adalah human error atau kesalahan manusia, yang salah satunya diakibatkan oleh tindakan korupsi dan administrasi yang buruk, dimana suap menyuap termasuk di dalamnya. Tindakan suap menyuap akan menyebabkan ekonomi biaya tinggi pada dunia usaha. Dunia usaha terpaksa menaikkan harga jual pada tingkat profit normal, disebabkan biaya produksi membengkak karena adanya uang siluman untuk menyuap. Harga akan mengalami distorsi karena adanya komponen biaya yang seharusnya tidak muncul, sehingga harga jual kepada konsumen pun tidak mencerminkan nilai sumber daya yang sebenarnya dari proses produksi. Adanya biaya suap menyebabkan alokasi sumber daya berjalan dengan tidak efisien, dan merusak tingkat produktivitas. Hingga pada akhirnya merusak perekonomian secara umum dan sangat merugikan masyarakat luas.

Dalam kajian ekonomi syariah, tidak hanya menyoroti kerugian secara  material/fisik, namun yang lebih penting adalah terjadinya kerugian multi dimensi, meliputi jasmani rohani, lahir batin, dunia akherat. Sebab yang menjadi tujuan utama dalam kegiatan ekonomi islam adalah keuntungan dan keberkahan yang dikenal sebagai maslahah, yang sejatinya itulah yang dituntut dan diminta oleh jiwa raga kita. Tindakan suap menyuap walaupun menguntungkan individu pelaku suap menyuap dengan bertambahnya harta secara nominal, namun sangat merugikan agama, jiwa, akal dan keluarga/kehormatannya. Walaupun wujud kerugian tersebut tidak selalu kasat mata/tidak nampak secara fisik, tapi proses terbentuknya kerugian tersebut akan terus bekerja secara kumulatif disadari ataupun tidak oleh para pelaku. Hasil akumulasi kerugian tersebut pasti akan mereka dapatkan di dunia maupun di akherat, sebagaimana hukum aksi dan reaksi dalam ilmu fisika.

Maraknya kasus suap menyuap di negeri ini juga tidak akan lolos dari dampak buruk terhadap perekonomian secara umum. Sebab dalam perspektif ekonomi syariah kegiatan ekonomi seperti mata rantai yang saling terkait satu dengan lainnya, apalagi di era globalisasi saat ini. Sehingga perspektif yang harus dipakai tidak hanya secara individual namun juga secara kolektif. Jika dalam kegiatan ekonomi terdapat pihak yang mengabaikan nilai moral dan etika maka secara otomatis akan menebarkan efek domino yang beruntun, seperti ketidakadilan, kesenjangan pendapatan, kerusakan sumber daya dan lingkungan dan rusaknya perekonomian secara umum,  hingga sangat berpotensi mengakibatkan berbagai kejahatan baik di dunia usaha maupun masyarakat yang akan berujung pada kemerosotan peradaban manusia.  

Akumulasi dari ekonomi biaya tinggi pada dunia usaha, memburuknya perekonomian dan merebaknya kejahatan di dunia bisnis dan di berbagai strata sosial masyarakat akan dirasakan oleh seluruh warga negara, baik yang terlibat praktek suap menyuap maupun tidak. Kredibilitas bangsa pun menjadi terpuruk di mata dunia internasional, hal itu bisa diketahui dari peringkat penerapan Good Corporate Governance (GCG) dan tingkat korupsi yang banyak dibuat oleh berbagai institusi Internasional.

Indonesia sendiri menempati peringkat terbawah di Asia Pacific dalam penerapan praktik GCG, berdasarkan data yang dilaporkan CLSA (Credit Lyonnais Securities) pada tahun 2003. Hasil senada juga dilaporkan berdasarkan penelitian Mckinsey & Company  mengenai peringkat pelaksanaan GCG yang melibatkan para investor di Asia, Eropa, dan Amerika terhadap lima Negara di Asia menyatakan bahwa Indonesia menempati peringkat terendah dalam pelaksanaan GCG (McKinsey Investor Opinion Survey,1999-2000). Data lainnya yang masih seirama, bersumber dari Transparency International Ranking tahun 2010,  Indonesia berada pada peringkat 110 indeks persepsi korupsi, dari 200 negara di seluruh dunia. Dan ternyata di Asia Pasifik sendiri, Indonesia adalah negara paling korup dari 16 negara yang menjadi tujuan investasi para pelaku bisnis. Hasil senada juga dikeluarkan oleh Survey Political and Economic Risk Consultancy yang menyatakan Indonesia merupakan negara yang paling tinggi tingkat KKN-nya di Asia. Dengan kata lain selama ini para pelaku korupsi dan suap menyuap memberi andil besar pada rusaknya martabat bangsa di mata dunia internasional.

Sebagaimana dampak buruknya yang bersifat sistemik, maka penanganan kasus suap menyuap harus ditangani secara sistemik pula, dengan perbaikan paradigma. Paradigma masyarakat, dalam menilai kesuksesan dan menghargai orang yang berdasarkan keberadaan harta dan jabatan harus diluruskan, karena sejatinya orang yang paling mulia di mata Allah SWT adalah orang yang paling bertakwa. Masyarakat harus lebih menghargai kejujuran daripada kemewahan materi, ketinggian ilmu daripada tingginya jabatan, ketrampilan/profesionalitas daripada kedekatan dengan penguasa dan keindahan akhlak dari pada keindahan fisik. Jika masyarakat luas memposisikan kejujuran, akhlak, ilmu, ketrampilan dan profesionalitas menjadi indikator kesuksesan dan penghargaan, maka secara otomatis orang tidak akan tertarik dengan praktek suap menyuap sekaligus juga akan merasa malu, berdosa dan jatuh kehormatannya jika melakukannya.

Penulis adalah akademisi  dan emerhati Ekonomi Syariah

Redaktur: Siwi Tri Puji B

STMIK AMIKOM


Share
1715 reads

wien, Selasa, 12 Juli 2011, 15:38

Begini Cara Berinvestasi Emas dengan Gaji Pas-pasan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Investasi perlu dilakukan kendati bergaji pas-pasan. Tidak perlu bingung investasi dalam bentuk apa, sebab ada investasi yang mudah dan menguntungkan yaitu emas.

Hal itu diungkapkan Kepala Departemen Pengembangan Produk BRI Syariah, Mariana Yunus kepada Republika Online, saat ditemui dalam acara Republika Ramadhan Fair 1432 H/2011 di Masjid At-Tin, Jakarta Timur, Jum'at (27/7)."Sebagian masyarakat dengan gaji pas-pasan saat berbicara soal emas begitu sensitif. Padahal mereka bisa kok investasi emas," katanya.

Mariana menjelaskan saat ini sudah ada layanan yang memungkinkan masyarakat untuk mencicil emas. Syaratnya pun cukup mudah. Selain itu tingkat keasliannya begitu terjamin. "Orang bergaji dua juta misalnya, dapat memanfaatkan layanan emas 10 gr dengan cicilan minimal Rp 150.000 untuk beberapa tahun. Terjangkau dan aman," katanya.

Mariana mengungkap investasi emas merupakan solusi efektif bagi mereka bergaji pas-pasan ketimbang berinvestasi dalam bentuk tabungan. Sebab, tabungan, utamanya investasi dalam bentuk uang tergolong beresiko. "Nilai uang setiap tahun tergerus inflasi. Sementara emas, tidak akan berpengaruh," katanya.

Sebagai gambaran saja, harga emas per gram pada tahun 2002 mencapai Rp  85.000. 10 tahun kemudian, harga emas per gram mencapai Rp 418.819. Sementara nilai tukar rupiah, meski menguat namun tidak terlalu signifikan. "Setiap lima  tahun, minimal harga emas per gram, naik 2 kali lho. Ini perlu diperhatikan," tambah Mariana.

Namun, kata dia, ketika masyarakat hendak berinvestasi di emas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti perang atau situasi politik dunia.

Redaktur: Siwi Tri Puji B
Reporter: Agung Sasongko

STMIK AMIKOM

Polisi Penembak Cleaning Service BRI "Diculik" Keluarga Korban

MEDAN- Keluarga korban nekat menculik seorang oknum polisi, tersangka penembakan, dari sebuah warnet di Kompleks Asia Mega Mas, Medan, Sumatera Utara, Sabtu sore.

Aksi ini diduga karena keluarga kecewa dengan aparat penegak hukum yang menangani kasus penembakan tersebut. Pelaku berkeliaran tanpa menjalani proses hukum di tanahan.

Peristiwa penembakan terjadi pada Mei 2011 lalu di Kantor BRI Cabang Utama Medan di Jalan Putri Hijau, Medan, Sumatera Utara. Saat itu, tersangka Briptu Viko Panjaitan, yang merupakan petugas satuan pengamanan objek vital (Pam Obvit) Polresta Medan, lalai menggunakan senjata api miliknya, sehingga menawaskan seorang cleaning service, Muhammad Dermawan. Dermawan tewas dengan luka tembak di bagian dada.

Pantauan okezone di lokasi, Sabtu (30/7/2011), Viko Panjaitan yang menggunakan celana pendek dan berkaos putih, ditarik paksa oleh sejumlah keluarga korban yang terlihat marah, saat berada di warnet tersebut.

Pelaku terlihat tidak melawan namun sempat menjerit-jerit meminta tolong. Kemudian keluarga korban yang jumlahnya mencapai lima orang membawa tersangka menggunakan mobil menuju kediaman korban di kawasan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Di sana, Viko diikat dibagian tangan dan kakinya dan didudukkan di atas sebuah kursi rotan. Sementara itu, keluarga korban berteriak-teriak mengungkapkan kekecewaannya karena tersangka yang menyebabkan kematian keluarganya, bebas berkeliaran.

Menurut Viko, dia hanya dijadikan tahanan kota. Mendengar jawaban tersebut, keluarga korban menuding tersangka telah membayar sejumlah uang kepada aparat penegak hukum yang menangani kasus tersebut.

Kakak korban yang menggunakan jilbab juga sempat pingsan, saat melihat tersangka Viko berada di kediamannya dengan kondisi tangan dan kaki terikat. Keadaan inipun membuat suasana semakin riuh.

Aksi nekat keluarga korban ini pun menjadi perhatian warga sekitar, baik yang berada di kawasan warnet maupun di sekitar kediaman korban. Apalagi, pelaku yang kaki dan tangannya diikat ini diletakkan tepat di teras rumah.

Sebelumnya, setelah melakukan penembakan, Briptu Viko menjalani proses pemeriksaan di Satreskrim Polresta Medan. Pada Juni 2011 lalu, kasus penembakan tersebut juga telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri.

Janji Beri Jodoh, Dukun Dibekuk Nodai ABG

INDRAMAYU, KOMPAS.com — Seorang dukun yang mengaku bisa membantu mencarikan jodoh, kemarin malam, ditangkap polisi setelah beberapa kali menodai pasiennya, seorang anak baru gede (ABG).

Casdirah (35), warga Blok Sawah, Desa/Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, melaporkan Ron (34), dukun asal Desa Kreo, Blok 5, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, dengan tuduhan menodai Cas (17), anak gadisnya, saat diminta membantu mencarikan jodoh.

Pelaku diciduk ketika "mengobati" korban pada malam ketiga. Menurut Casdirah, beberapa hari lalu, ia diperkenalkan seorang tetangganya dengan Ron. Ron pun datang ke rumah Casdirah. Ron mengatakan, berdasarkan hasil penglihatan batin di tubuh Cas itu terdapat sebuah batu yang ditunggui mahluk halus. Batu itu yang menghalangi jodoh anak gadis itu.

Supaya Cas cepat memperoleh jodoh, batu penghalang itu harus disingkirkan. Untuk menyingkir batu di tubuh ABG itu harus dilakukan di dalam kamar. Casdirah dan anggota keluarga yang lain disuruh menunggu di ruang tamu sambil terus berdoa.

Seusai pengobatan malam pertama, wajah Cas tampak murung. Malam kedua Ron datang lagi sambil mengatakan, masih ada mahluk halus di tubuh Cas sehingga harus diobati lagi. Ron pun masuk kamar bersama Cas, sementara orangtuanya disuruh menunggu di ruang tamu sambil terus berdoa.

Berjam-jam dukun itu berada di kamar bersama anaknya. Hal itu membuat Casdirah mulai curiga. Sepulangnya Ron, ia menanyakan apa saja yang diperbuat dukun muda itu. Dengan mata memerah, Cas mengaku malam itu dinodai Ron.

Mendengar pengakuan itu, Casdirah marah. Diam-diam ia membuat perangkap. Ron dipanggil lagi dengan alasan melanjutkan pengobatannya. Beberapa saat ketika berada di dalam kamar, Casdirah memanggil petugas dan menangkap dukun cabul itu.

14:51 Petugas Gabungan Gerebek Gudang Onderdil Palsu Di Cipinang Muara

PORTALKRIMINAL.COM - JAKARTA: Aparat gabungan dari Mabes Polri dan Dirjen HAKI Kemenkum HAM berhasil menemukan onderdil palsu setelah menggerebek di sebuah gudang  di Rt. 15/04, Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (21/6). Dalam penggerebekan itu, petugas menyita ribuan jenis barang bukti onderdil palsu yang diperuntukkan sepeda motor seperti busi, rantai motor, kopling dan lain sebagainya.

"Dalam menjual produk Aspal (Asli Tapi Palsu) itu, pelaku memasarkannya melalui internet dengan merek ternama tetapi harga lebih murah," ujar seorang petugas usai penggerebekan.

Sementara itu pemilik gudang Hermanto mengaku bahwa onderdil yang dijualnya itu memang bukanlah barang asli. Karena itu ia menjual dengan harga miring dan berbanding 50 persen dari produk asli.

Kini pemilik gudang dan semua barang bukti dibawa petugas ke kantor Kemenkum HAM untuk diteliti lebih lanjut. (han)

15:58 Sindikat Cyber Crime Internasional Sudah Setahun Beroperasi Di Indonesia

Jumat, 10 Juni 2011 15:58
PORTALKRIMINAL.COM - JAKARTA: Kepala Bagian Penerangan Umum DivisÌ Humas Polri, Boy Rafli mengatakan sekitar 177 warga negara China dan Taiwan yang ditangkap Kamis (9/6/2011), kemarin, ternyata telah melakukan kejahatan di dunia maya (cyber crime) di Indonesia sejak setahun terakhir.

Boy menjelaskan, mereka datang ke Indonesia dengan alasan berwisata sebagaimana visa kunjungan yang mereka punya. Namun, justru mereka melakukan kejahatan dunia maya dengan mengontrak rumah dan berpindah-pindah.

"Pelaku masuk ke Indonesia sekitar satu tahun terakhir," kata Boy Rafli, Jumat (10/6/2011).

Katanya, modus kejahatan para pelaku, yakni dengan menggunakan fasilitas telepon di internet dengan membidik calon korban yang sebagian besar warga di China dan Taiwan.

"Kalau korban yang WNI, sejauh ini tidak ada. Kebanyakan saudara mereka di China dan Taiwan," tegas Boy.

Lebih jauh ia mengatakan, dengan bermodal data dan informasi tentang sasaran korban, sindikat ini menelpon dan berpura-pura mengaku dari sebuah perusahaan resmi yang menawarkan barang, jasa termasuk saham ke sasaran korbannya. Selanjutnya, si korban diminta mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening sesuai permintaan pelaku.

Padahal, perusahaan tersebut adalah fiktif alias tidak ada. "Perusahaan pelaku fiktif. Mereka sindikat internasional terkait dengan cyber crime," ujar Boy.

Karena kasus ini ditangani oleh kepolisian China dan Taiwan, Polri belum mengetahui total kerugian atas kejahatan cyber ini. (joy/tri)