Jumat, 02 September 2011

Rumah Bisa Persulit Perceraian?

BEIJING, KOMPAS.com - Mungkin warga China akan berpikir ulang jika hendak bercerai. Biasanya, pasangan yang bercerai membagi hartanya untuk suami dan istri. Tetapi, belakangan muncul aturan baru dari pengadilan tinggi China bahwa rumah yang dimiliki suami atau istri sebelum menikah tetap menjadi hak suami atau istri sepenuhnya.

Tentu hal ini ditentang kaum perempuan China, yang menganggap aturan ini menguntungkan lelaki, yang secara tradisional mempunyai rumah. ”Dengan aturan baru ini, lelaki tidak lagi harus bertanggung jawab dengan apa yang terjadi pada perempuan setelah bercerai,” ujar Xu Weiqin (40), penduduk Beijing.

Lelaki China memang diharapkan membelikan rumah jika mereka hendak menikah. Pernikahan tanpa rumah disebut ”pernikahan telanjang”. Sejumlah orangtua bahkan mulai mencicil rumah setelah mengetahui anaknya lelaki.

”Orangtua yang membelikan rumah untuk anaknya biasanya khawatir, jika anaknya bercerai, harta keluarga akan hilang,” ujar juru bicara pengadilan Sun Jungong.

Ternyata, para istri tidak kalah cerdik, mereka meminta suami menambahkan nama istri di sertifikat kepemilikan rumah. Perceraian sekarang menjadi hal biasa di China, dengan sekitar 5.000 orang bercerai setiap hari. (Reuters/Joe)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar