YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Menjelang Lebaran, perampokan kembali terjadi. Bank BRI cabang APMD Yogyakarta di Jalan Timoho, Rabu (24/8/2011) pagi, dirampok. Perampok membawa kabur uang tunai berjumlah Rp 167.800.000.
Pada saat terjadi perampokan, tidak ada satpam yang bertugas serta tidak ada kamera CCTV. Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Donny Siswoyo menerangkan, perampok mengenakan cadar, kaca mata hitam, topi, dan sarung tangan datang setelah petugas melayani seorang nasabah.
Setelah nasabah pergi, perampok langsung mendekat ke arah dua orang wanita petugas teller dan mengeluarkan benda mirip bom, yang memiliki tombol dan jam serta mengancam akan meledakkan bom tersebut jika tidak diberi uang. "Karena merasa takut, petugas pun memberikan tas BRI warna merah berisi uang. Kedua petugas teller kemudian diikat dan diplakban serta disekap di bagian belakang gedung," ungkap Donny Siswoyo.
Setelah menyekap kedua petugas teller dan mendapatkan uang, perampok keluar kantor bank tersebut tanpa menggunakan cadar dan sempat bertemu dengan nasabah lainnya. Bahkan, perampok itu sempat mengatakan bahwa teller belum datang dan meminta nasabah meninggalkan bank.
"Barang bukti yang ditinggalkan adalah tali, plakban, dan sebuah pukul besi yang tidak digunakan perampok," ujarnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Gondomanan FX Wiratmo menambahkan, ketika terjadi perampokan, tidak ada satpam yang bertugas maupun kamera CCTV yang merekam kejadian tersebut.
Meski demikian, polisi langsung bekerja cepat dengan melacak dan mengejar perampok yang diduga beroperasi seorang diri tersebut. "Perampokan dengan ancaman bom ini merupakan modus baru. Masyarakat diminta waspada terhadap tindak kejahatan pada saat menjelang Lebaran ini," kata Wiratmo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar