GORONTALO, KOMPAS.com — Warga di Kabupaten Gorontalo Utara meresahkan pemadaman listrik yang terjadi di hari kedua bulan Ramadhan.
Majid Sulaiman, salah seorang warga Gorontalo Utara, mengatakan bahwa janji Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk tidak melakukan pemadaman di saat bulan Ramadhan tidak terbukti.
Pasalnya, di hari kedua bulan Ramadhan, pemadaman listrik sudah terjadi di wilayah tersebut. Bahkan dilakukan jelang umat Muslim akan berbuka puasa dan saat melaksanakan shalat tarawih. "Pemadaman listrik yang terjadi hingga saat ini sangat meresahkan warga," kata Majid, Selasa (2/8/2011).
Dia menjelaskan, banyak warga di Kabupaten Gorontalo Utara, di antaranya warga desa yang jauh dari pusat ibu kota, sangat bergantung pada pasokan listrik, khususnya di bulan puasa ini. "Umumnya warga mendengarkan adzan tanda waktu berbuka pada masjid di desanya," kata Majid.
Dengan demikian, pemadaman yang masih terjadi di wilayah tersebut sangat meresahkan warga. "Kami berharap pemadaman listrik tidak terjadi terus-menerus di saat bulan Ramadhan ini," ungkap Majid.
Sementara itu, Supervisor Distributor PLN Ranting Kwandang Nazaruddin menjelaskan, pemadaman ini terjadi di seluruh wilayah Gorontalo. "Kami mengalami black out atau mesin padam total," jelas Nazaruddin.
Dia menjelaskan, padamnya mesin pembangkit listrik di Gorontalo menyebabkan pemadaman, di antaranya di Kabupaten Gorontalo Utara, akibat adanya tiang listrik yang ditabrak mobil pada Selasa sore.
Keterangan tersebut disampaikan Nazaruddin, menyusul banyaknya warga yang mengadukan pemadaman yang terjadi di daerah itu. "Kami sedang mengupayakan perbaikan mesin secepatnya, dan diharapkan listrik bisa kembali menyala," kata Nazaruddin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar