Ilustrasi--MI/Dede Susianti/rjJAKARTA--MICOM: Komplotan spesialis pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang diketuai Yoris Togas ternyata menyasar ATM milik bank pemerintah. Bukan tanpa sebab, ATM milik pemerintah umumnya mudah dibongkar.
"Menurut mereka mesin ATM yang selalu jadi sasaran adalah mesin ATM dari bank-bank pemerintah seperti BNI, BRI dan Mandiri. Alasannya karena mesin tidak di mur dengan kuat ke lantai dasar, jadi mudah dirubuhkan," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Gatot Edi di Jakarta, Jumat (26/8).
Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkap komplotan pembobol mesin ATM yang diketuai Yoris. Terungkapnya sindikat ini berawal dari ditangkapnya NN, FDL, dan Mul yang merupakan anggota TNI yang membobol mesin ATM Bank Muamalat Cikeas Gunung Putri, Bogor pada 20 Agustus 2011 lalu.
Petugas kemudian melakukan pengembangan hingga ditangkaplah Yoris di Bandara Soekarno-Hatta dan YY di Jakarta Utara pada 23 Agustus, dan SUK di Bogor pada 25 Agustus. Diketahui, masih ada empat pelaku lainnya yang juga tergabung dalam kelompok ini. "Kita masih mengejar empat pelaku lagi. Total ada 10 pelaku yang terlibat dalam kelompok ini," kata Gatot.
Menurut Gatot, selama 2011, kelompok ini telah membobol 6 mesin ATM dengan hasil perampokan mencapai hampir ratusan juta rupiah.
6 ATM yang berhasil dibobol oleh sindikat ini diantaranya pada Maret 2011 yakni ATM BNI Depok dan membawa kabur Rp100 juta dan ATM Mandiri Cakung Rp50 juta. Pada Mei 2011, ATM BRI Cilincing, Rp20 juta dan ATM BRI Indomaret Cipondoh, Tangerang, Rp85 juta. Pada Agustus 2011, komplotan ini melakukan aksinya di ATM BNI Rukan Medical Center Duren Sawit Rp131 juta dan terakhir 20 Agustus di ATM Bank Muamalat Cikeas, Bogor.
Dari tangan para pelaku petugas menyita 2 unit mobil Toyota Avanza, 1 unit mobil APV, 1 sepeda motor, 1 pucuk senjata api jenis Colt 38, 3 butir peluru, 5 telepon genggam, uang tunai Rp2 juta dan Rp152,9 juta. (*/OL-04)
Share |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar